Olsam, Musik Rakyat dari Gang Cagaralam yang Terus Bergema
unitymagz.com – Depok, Ada banyak band yang lahir dari studio latihan, tongkrongan, atau kampus. Namun, Olsam memilih gang sebagai titik awal perjalanan mereka. Berdiri sejak 1438 Hijriah atau 2017 Masehi di kawasan Gang Cagaralam, Depok, grup musik rakyat ini menjadikan ruang-ruang kecil di lingkungan tempat tinggal sebagai sumber inspirasi sekaligus ruang berkesenian.
Bagi Olsam, gang bukan sekadar jalan penghubung antar rumah. Gang adalah tempat bertemunya cerita, tawa, keresahan, hingga budaya masyarakat yang kemudian diterjemahkan menjadi lagu-lagu dengan karakter yang khas. Dari sanalah lahir sebuah orkestrasi kota yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan formasi M. Zamalik (vokal, gitar), Denis Begeng (tamborin), Kiki Kaelani (perkusi), Reza Raup (keyboard), Fajar Hidayat (gitar), dan Atah Husni (bass), De Eerste menghadirkan warna musik yang memadukan nuansa rakyat, orkes, hingga eksplorasi progresif yang sulit dikotakkan dalam satu genre.
Perjalanan musikal mereka dimulai melalui debut single “Pemuda Dalam Gang” pada 2017, disusul “Depok” (2018) yang menjadi semacam surat cinta untuk kota kelahiran mereka. Setahun kemudian, mereka merilis “Jaga dan Rawat Ciliwung Kita”, lagu yang mengangkat kepedulian terhadap lingkungan.
Saat pandemi melanda, Olsam tetap produktif melalui proyek “Suara Dalam Gang” (2020–2021), membuktikan bahwa kreativitas tetap bisa tumbuh dari ruang yang sederhana. Memasuki 2022, mereka kembali merilis single “Kegiatan Paling Enak” sekaligus menggelar Tarian Makan dan Tour Makan Jabodetabek, sebuah konsep pertunjukan yang menggabungkan musik, kebersamaan, dan budaya kuliner.
Pada tahun yang sama, Olsam juga turut ambil bagian dalam kompilasi Orkes Bersatu Indonesia, memperluas jejaring mereka di skena musik nasional.
Nama Olsam semakin diperhitungkan setelah tampil selama tiga tahun berturut-turut di Synchronize Fest pada 2023, 2024, dan 2025. Konsistensi tersebut menjadi penanda bahwa musik rakyat dengan pendekatan progresif masih memiliki ruang yang luas di tengah industri musik Indonesia.
Puncak perjalanan mereka sejauh ini hadir pada 2025 melalui album perdana bertajuk “Irama Dari Gang”. Album ini menjadi rangkuman perjalanan panjang sekaligus manifesto bahwa karya-karya besar tidak harus lahir dari tempat yang megah. Bersamaan dengan perilisan album, mereka juga menjalankan tur “Antar Kecamatan, Antar Padepokan”, menyambangi berbagai titik di Kecamatan Depok untuk membawa musik kembali ke akar komunitas.
Lebih dari sekadar band, Olsam percaya bahwa gang, kampung, dan ruang-ruang publik adalah panggung yang sama pentingnya dengan festival besar. Musik mereka tumbuh dari kehidupan sehari-hari, berbicara tentang lingkungan, kota, makanan, hingga hubungan antar manusia dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna.
Dari sebuah gang di Cagaralam, Olsam membuktikan bahwa musik rakyat masih terus hidup, berkembang, dan menemukan bentuk-bentuk baru yang relevan dengan zaman. Sebab, bagi mereka, irama terbaik selalu lahir dari tempat yang paling dekat dengan kehidupan.
