Netflix All-In ke Warner Bros, Tawaran Tunai Fantastis Tantang Paramount

0
Netflix perbarui tawaran akuisisi Warner Bros

Netflix perbarui tawaran akuisisi Warner Bros

Netflix semakin agresif dalam manuver besarnya di industri hiburan global. Raksasa streaming asal Amerika Serikat itu memperbarui tawaran untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery sepenuhnya dengan skema tunai penuh, senilai USD 72 miliar atau setara Rp 1.221 triliun.

Langkah ini menandai eskalasi serius dalam perebutan salah satu kerajaan media terbesar di dunia. Tawaran terbaru Netflix bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat untuk mengunci dukungan pemegang saham Warner sekaligus menggagalkan upaya pengambilalihan bermusuhan dari Paramount yang didukung Skydance.

Bagi industri hiburan, ini bukan transaksi biasa. Jika terealisasi, merger Netflix–Warner Bros Discovery akan membentuk kekuatan raksasa baru dalam produksi, distribusi, dan monetisasi konten global.

Netflix Ubah Strategi Demi Kepastian Pemegang Saham

Pada Desember 2025, Netflix dan Warner Bros Discovery sebelumnya menyepakati transaksi gabungan tunai dan saham senilai USD 27,75 per saham. Kesepakatan itu menilai Warner dengan nilai perusahaan USD 82,7 miliar, termasuk utang.

Namun, pada Selasa (20/1), kedua perusahaan mengumumkan revisi besar. Struktur transaksi disederhanakan menjadi tunai penuh, tetap di harga USD 27,75 per saham. Tujuannya jelas: memberi kepastian nilai bagi pemegang saham dan mempercepat proses pemungutan suara yang ditargetkan berlangsung pada April.

Selain pembayaran tunai, pemegang saham Warner juga akan menerima nilai tambahan berupa saham Discovery Global. Entitas ini akan menjadi perusahaan publik terpisah setelah proses pemisahan yang sebelumnya telah diumumkan.

CEO Warner Bros Discovery, David Zaslav, menegaskan bahwa revisi ini membawa kedua pihak semakin dekat untuk menggabungkan “dua perusahaan penceritaan terbesar di dunia”. Dewan direksi Netflix dan Warner pun telah menyetujui kesepakatan baru tersebut.

Bagi Netflix, pendekatan tunai penuh dianggap lebih menarik dan minim risiko ketidakpastian pasar, terutama di tengah fluktuasi saham media global.

Paramount Tak Mundur, Perang Tawaran Makin Rumit

Di sisi lain, Paramount belum memberikan komentar resmi terkait pembaruan tawaran Netflix. Namun posisinya tetap agresif. Berbeda dari Netflix, Paramount ingin mengakuisisi seluruh Warner Bros Discovery, termasuk aset jaringan televisi seperti CNN dan Discovery.

Pada Desember 2025, Paramount mengajukan tawaran tunai penuh senilai USD 77,9 miliar, dengan valuasi perusahaan mencapai USD 108 miliar termasuk utang. Mereka bahkan langsung mendekati pemegang saham Warner melalui skema tender offer.

Pemegang saham Warner diberi waktu hingga Rabu (21/1) pukul 17.00 waktu setempat untuk menyerahkan saham sebagai dukungan terhadap tawaran Paramount. Tenggat ini masih berpotensi diperpanjang, dan Wall Street Journal melaporkan bahwa Paramount memang mempertimbangkan perpanjangan lanjutan.

Tak berhenti di situ, Paramount juga menyiapkan pertarungan proksi. Perusahaan itu menyatakan akan mengajukan jajaran direksi tandingan menjelang rapat pemegang saham Warner, yang jadwalnya belum ditetapkan.

Langkah hukum pun ditempuh. Paramount menggugat di Pengadilan Chancery Delaware untuk memaksa Warner membuka detail penilaian terhadap tawaran mereka dan Netflix. Namun, hakim menolak permintaan percepatan proses tersebut. Warner menyambut keputusan itu dan menyebut gugatan Paramount sebagai upaya mengalihkan perhatian.

Taruhan Besar Netflix dan Faktor Politik

Terlepas dari siapa yang akhirnya menang, penjualan Warner Bros Discovery dipastikan menjadi proses panjang dan berliku. Pengawasan antimonopoli diperkirakan sangat ketat, mengingat skala dan dampak merger ini terhadap lanskap media global.

Netflix dan Warner memperkirakan penutupan transaksi akan terjadi dalam 12 hingga 18 bulan sejak kesepakatan awal Desember 2025. Namun, tawaran bermusuhan dari Paramount berpotensi mengganggu jadwal tersebut.

Faktor politik juga tak bisa diabaikan. Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dinamika regulasi menjadi lebih sulit diprediksi. Trump bahkan telah membuat pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait kemungkinan keterlibatan pribadinya dalam menentukan apakah kesepakatan ini akan disetujui.

Bagi Netflix, ini adalah pertaruhan strategis terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Akuisisi Warner Bros Discovery bukan hanya soal katalog konten, tetapi juga penguasaan studio legendaris, IP global, dan posisi dominan di era persaingan streaming yang semakin brutal.

Satu hal jelas: pertarungan ini belum selesai. Dan hasil akhirnya berpotensi mengubah wajah industri hiburan dunia untuk waktu yang sangat lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *