Bukan Cuma Galau, Ini Alasan Musik Sedih Baik untuk Kesehatan Emosi
Musik sedih bantu kesehatan emosi
Mendengarkan musik sedih sering dikaitkan dengan masa galau. Putus cinta. Kehilangan. Atau hari-hari berat yang ingin dilalui sendirian. Namun, di balik citra negatif itu, musik sedih justru menyimpan manfaat yang jarang disadari.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lagu bernuansa melankolis tidak selalu memperburuk suasana hati. Sebaliknya, musik sedih bisa membantu seseorang memahami emosi, merasa ditemani, hingga perlahan pulih secara mental.
Pada 2014, sekelompok peneliti melakukan survei online dan menemukan hasil mengejutkan. Mendengarkan musik sedih dinilai baik untuk kesehatan emosi, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi tekanan batin.
Temuan itu diperkuat studi lanjutan pada 2019. Hasilnya konsisten. Orang yang sedang mengalami depresi cenderung memilih lagu sedih dibanding lagu ceria. Bukan tanpa alasan. Ada proses psikologis yang bekerja di balik pilihan itu.
Berikut rangkuman alasan ilmiah mengapa musik sedih justru bisa membuat perasaan kamu menjadi lebih baik.
Membantu Memahami dan Menerima Emosi
Musik sedih sering kali membawa pendengarnya masuk ke suasana melankolis. Namun, bukan berarti perasaan itu berujung pada kesedihan berkepanjangan.
Penelitian menunjukkan bahwa lagu bernada sendu justru memicu rasa nostalgia. Ingatan akan masa lalu yang pahit-manis muncul, tapi dibalut perasaan hangat. Nostalgia membantu otak mengingat bahwa emosi negatif adalah bagian dari perjalanan hidup.
Di sisi lain, musik sedih juga berfungsi sebagai cermin emosi. Banyak orang memilih lagu yang sesuai dengan kondisi batin mereka. Dalam psikologi sosial, hal ini membantu proses validasi perasaan.
Lagu-lagu sedih bertindak seperti garpu tala bagi suasana hati. Mereka beresonansi dengan apa yang dirasakan pendengarnya. Efeknya sederhana tapi kuat. Kamu merasa dimengerti. Kamu merasa tidak sendirian.
Inilah mengapa, saat perasaan sedang berat, lagu sedih justru terasa lebih relevan dibanding musik ceria yang terkesan memaksa.
Memberi Kenyamanan dan Ketenangan Mental
Meski terdengar paradoks, kesedihan dalam musik bisa menghadirkan kesenangan emosional. Namun, ada syaratnya.
Peneliti menyebutkan, musik sedih akan terasa menyenangkan jika tidak terasa mengancam, memiliki nilai estetika, dan tidak memicu trauma masa lalu secara langsung.
Selain itu, musik sedih juga berkaitan dengan mekanisme perbandingan sosial ke bawah. Saat mendengar lirik penuh penderitaan, otak secara tidak sadar membandingkan kondisi diri dengan situasi yang lebih buruk.
Hasilnya, muncul rasa syukur dan kelegaan. Bukan karena meremehkan kesedihan orang lain, melainkan karena menyadari bahwa hidup masih bisa dijalani.
Secara biologis, musik sedih juga memengaruhi keseimbangan hormon. Peneliti percaya bahwa lagu sedih dapat meningkatkan kadar prolactin. Hormon ini berperan dalam meredakan kesedihan dan memberikan efek menenangkan.
Tubuh seakan bersiap menghadapi hal buruk saat mendengar lagu sendu. Namun, ketika lagu berakhir dan ancaman itu tidak nyata, tubuh merespons dengan rasa lega.
Membantu Melewati Masa Sulit dan Pulih Lebih Cepat
Bagi banyak orang, musik sedih adalah alat coping yang efektif. Terutama saat menghadapi masa sulit.
Contohnya sederhana. Saat putus cinta, mendengarkan lagu seperti Someone Like You dari Adele mungkin membuat air mata jatuh. Namun, tangisan itu justru membantu pelepasan emosi yang terpendam.
Setelah menangis, tubuh dan pikiran terasa lebih ringan. Fokus perlahan kembali. Proses ini dikenal sebagai katarsis emosional.
Studi juga menunjukkan bahwa orang dengan energi emosional rendah cenderung memilih musik sedih karena ritmenya membantu tubuh menjadi lebih tenang. Musik ini tidak memaksa emosi untuk naik, tetapi mengajak bernapas pelan dan stabil.
Alih-alih mempertahankan kesedihan, musik sedih justru membantu pendengarnya berdamai dengan perasaan, lalu bangkit secara perlahan.
Pada akhirnya, musik sedih bukan tentang tenggelam dalam duka. Ia adalah ruang aman untuk merasakan, memahami, dan melepaskan emosi dengan cara yang sehat.
