BTS Siap Comeback di Situs Warisan Korea, KHS Beri Izin Bersyarat

0
Comeback BTS di situs warisan Korea

Comeback BTS di situs warisan Korea

Rencana comeback BTS memasuki fase krusial. Warisan Korea atau Korea Heritage Service (KHS) memberikan persetujuan bersyarat atas proposal HYBE untuk menggelar pertunjukan berskala besar di kawasan situs warisan budaya ikonis Seoul.

Lokasi yang diajukan bukan sembarang tempat. Istana Gyeongbok, Gwanghwamun, hingga Sungnyemun masuk dalam daftar area yang akan digunakan untuk pertunjukan bertajuk K-heritage and K-pop Fusion Performance.

Jika semua izin final dikantongi, konser ini berpotensi menjadi momen bersejarah. Bukan hanya karena menandai comeback BTS dalam formasi lengkap, tetapi juga karena menggabungkan warisan budaya Korea dengan panggung K-pop berskala global.

Keputusan KHS diumumkan Selasa (20/1) setelah Komite Warisan Budaya meninjau permohonan HYBE. Subkomite istana dan makam menyetujui rencana tersebut dengan sejumlah syarat ketat.

Izin Bersyarat KHS dan Syarat Ketat Pelaksanaan

KHS menegaskan, persetujuan yang diberikan belum bersifat final. Sejumlah aspek teknis dan nonteknis masih harus dipenuhi sebelum izin penuh dikeluarkan.

KHS juga membentuk kelompok kerja kecil. Fokusnya pada isu keselamatan, tingkat kebisingan, pengelolaan massa, serta dampak jangka pendek dan panjang terhadap lingkungan situs warisan budaya.

“Status persetujuan ini bersyarat dan akan dievaluasi lebih lanjut berdasarkan kajian teknis,” demikian sikap KHS dalam keputusan tersebut.

HYBE mengajukan permohonan penggunaan beberapa area penting. Di antaranya Gerbang Geunjeongmun dan Heungnyemun di Istana Gyeongbok, kawasan Gwanghwamun dan Woldae beserta tembok sekitarnya, serta Sungnyemun atau Namdaemun.

Dalam proposalnya, HYBE menyebut Gwanghwamun sebagai ruang simbolis yang merepresentasikan identitas Korea. Melalui pertunjukan ini, agensi ingin menegaskan kembali identitas BTS sekaligus mengekspresikan kecintaan grup tersebut terhadap Korea.

Lapangan Gwanghwamun dan Potensi Preseden Baru

Selain penggunaan situs warisan, HYBE juga mengajukan izin terpisah kepada Pemerintah Metropolitan Seoul. Permohonan itu terkait rencana pertunjukan langsung di Lapangan Gwanghwamun pada 21 Maret.

Keputusan pemerintah kota diperkirakan keluar paling lambat Kamis (22/1). Jika disetujui, ini akan menjadi konser artis pertama di Lapangan Gwanghwamun sejak kawasan tersebut direvitalisasi.

Artinya, BTS berpotensi menciptakan preseden baru. K-pop tidak hanya tampil di stadion atau arena tertutup, tetapi juga di jantung pusat sejarah Seoul.

Rencana acara mencakup prosesi masuk dari area Istana Gyeongbok menuju Gwanghwamun. Prosesi ini akan disiarkan langsung, termasuk momen melintasi Woldae Gwanghwamun.

HYBE juga mengusulkan media facade yang diproyeksikan ke dinding Gwanghwamun selama konser berlangsung. Jika terwujud, kombinasi visual ini diprediksi menjadi salah satu siaran K-pop paling ikonis sepanjang sejarah.

Comeback Formasi Lengkap dan Dampak Global

Minat publik terhadap rencana ini sangat tinggi. Salah satu faktornya adalah momentum kembalinya BTS dalam formasi lengkap setelah para anggota menuntaskan wajib militer.

Ini diperkirakan menjadi reuni penuh pertama mereka setelah bertahun-tahun. Para pengamat industri menilai, antusiasme global akan melonjak tajam.

Dampaknya tidak hanya pada industri musik. Lonjakan perjalanan internasional ke Korea Selatan diperkirakan terjadi, seiring penggemar dari berbagai negara merencanakan kedatangan mereka.

HYBE mengaitkan proyek ini dengan album baru BTS berjudul ARIRANG. Judul tersebut merujuk pada lagu rakyat Korea yang paling dikenal, sarat makna kerinduan dan kasih sayang.

Album dan konser ini diposisikan sebagai pernyataan identitas. Bukan hanya BTS sebagai grup global, tetapi juga Korea sebagai pusat budaya yang terus relevan di panggung dunia.

Acara ini rencananya akan disiarkan langsung secara global. HYBE memperkirakan lebih dari 50 juta penonton dapat menyaksikan pertunjukan tersebut secara real-time.

Eksposur sebesar ini diyakini mampu mendorong pariwisata dan perekonomian lokal, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Jejak BTS di Situs Warisan Budaya

BTS bukan pendatang baru dalam penggunaan situs warisan sebagai latar pertunjukan. Pada 2020, mereka tampil di Aula Geunjeongjeon dan Paviliun Gyeonghoeru di Istana Gyeongbok untuk acara NBC The Tonight Show Starring Jimmy Fallon.

Pada 2021, Sungnyemun juga menjadi latar penampilan Permission to Dance dalam acara Global Citizen LIVE. Namun, kedua penampilan tersebut dilakukan tanpa penonton langsung.

Jika konser Maret nanti terealisasi, ini akan menjadi pertama kalinya BTS tampil langsung dengan penonton di kawasan warisan budaya utama Korea.

Kini, semua mata tertuju pada keputusan akhir KHS dan Pemerintah Metropolitan Seoul. Restu final dari dua lembaga ini akan menentukan apakah dunia benar-benar akan menyaksikan comeback BTS dari jantung sejarah Korea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *