DURJANA Hadirkan “Savage Metal of Doom”, Bawa Nuansa Kelam Metal Era 90-an
Jakarta — Satu lagi nama baru dari skena musik Black metal Jakarta yang mencoba menawarkan warna berbeda. DURJANA, yang berdiri pada akhir 2024, hadir dengan membawa konsep musik yang memadukan berbagai latar belakang musikal para personelnya.
Sejak awal terbentuk, DURJANA memiliki pemicu utama untuk menciptakan sesuatu yang berbeda, baik dari sisi musikalitas maupun konsep, dibandingkan dengan karya-karya yang selama ini banyak beredar di skena musik metal.
Perbedaan latar belakang musik masing-masing personel justru menjadi salah satu kekuatan DURJANA dalam meramu karakter musiknya. Berbagai formula musik kemudian dipadukan hingga melahirkan identitas yang mereka gambarkan sebagai “Savage Metal of Doom.”
Secara musikal, DURJANA mengusung karakter black metal dengan sentuhan thrash & Death Metal old school, yang sekaligus membawa pendengar kembali pada atmosfer musik metal era 1990-an.
Bukan hanya dari sisi musik, DURJANA juga membangun identitas melalui tema lirik yang memiliki nuansa gelap. Sejumlah persoalan dan kisah dari sejarah kelam, teologi hingga okultisme menjadi bagian dari materi yang mereka tuangkan dalam karya-karyanya.
Hingga saat ini, DURJANA telah menyelesaikan tiga single yang telah dirilis. Ketiga materi tersebut menjadi langkah awal bagi band untuk memperkenalkan karakter dan konsep musik mereka kepada para pendengar sekaligus mempertegas eksistensi di tengah geliat skena metal Tanah Air.
Menariknya, DURJANA juga memiliki keterkaitan erat dengan Sabda Nada, label yang dikenal telah merilis berbagai karya fisik dari sejumlah band underground maupun mainstream di Indonesia, khususnya di Jakarta. DURJANA merupakan bentukan bos pemilik label tersebut.
Setelah Melewati proses fase pergantian personil, saat ini line up DURJANA masih berformat Trio, Di Antaranya Alfan Avero (Voc) Deady Velo (Gitar) Godek (Drum)
Setelah memperkenalkan materi awal melalui tiga single, DURJANA kini tengah mempersiapkan langkah berikutnya dengan memasuki proses rekaman album debut.
Perjalanan DURJANA di atas panggung pun sudah dimulai. Mereka tercatat telah melewati sejumlah gelaran dan panggung musik metal, di antaranya Jakarta Hellground, Parung Panjang Metalfest, Horror Carnival, Timur Headbanger, Berisik Bernada, Selatan Punya Gigs, Ruang Berisik, Jakarta Metalhead, hingga Militan Bawah Tanah.
Rangkaian penampilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan DURJANA dalam memperkenalkan karakter musik mereka secara langsung kepada para metalhead.
Dengan menggabungkan karakter black metal, sentuhan thrash Dan old school Death Metal serta tema lirik yang berkutat pada sejarah kelam, teologi dan okultisme, DURJANA mencoba membuka ruang tersendiri di tengah perkembangan musik metal saat ini.

Kini, perhatian mereka diarahkan pada penyelesaian album debut. Jika tiga single menjadi gambaran awal, album perdana tersebut diharapkan menjadi ruang bagi DURJANA untuk mengeksplorasi lebih jauh konsep “Savage Metal of Doom” yang sejak awal menjadi identitas mereka.
