Herman Husin, Eks Drummer Jamrud Era Ningrat, Bakal Ramaikan Ngejamrock 4 di Cibubur

0
Picsart_26-09-29_11-52-13-005

Herman Husin Saat masih Aktif Di Band JAMRUD

JAKARTA — Kabar menarik datang bagi para Jamers, sebutan bagi penggemar band rock legendaris asal Cimahi, Jamrud. Gelaran musik dan silaturahmi bertajuk Ngejamrock 4 dijadwalkan berlangsung di Sakani Coffee, Cibubur, Jakarta Timur, pada 8 November 2026.

Acara tersebut menjadi ajang berkumpulnya para penggemar Jamrud dari kawasan Jabodetabek hingga berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah band tribute Jamrud dari berbagai kota juga dijadwalkan ambil bagian, di antaranya dari Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang hingga Semarang.

Beberapa band tribute JAMRUD seperti : Spartan, Jam-sKy, Metal Jam, Geega, Jamred, Jamroad, Sindycate 24 dan The Flood akan meramaikan nostalgirock lagu lagu hits Jamrud di Ngejamrock 4.

Namun, ada satu nama yang membuat gelaran Ngejamrock 4 semakin menarik perhatian, yakni Herman Husin, mantan drummer Jamrud yang turut terlibat dalam perjalanan salah satu periode penting dalam sejarah band tersebut.

Kabar mengenai kehadiran Herman Husin di Ngejamrock 4 dibenarkan oleh Ketua Jamers United Indonesia (JUI), Harry Wibisono, melalui pesan WhatsApp.

Photo Kika : Harry Wibisono, Sandy PAS Band, Herman Husin. 

Kehadiran Herman tentu menjadi momen yang ditunggu para penggemar. Pasalnya, Herman merupakan drummer Jamrud pada periode 2000–2008 dan terlibat dalam sejumlah album Jamrud setelah meninggalnya drummer Sandy Handoko.

Drummer di Era Kejayaan Jamrud

Nama Herman Husin sangat erat dengan perjalanan Jamrud pada awal dekade 2000-an. Ia bergabung sebagai drummer setelah sebelumnya mengikuti audisi sebagai additional drummer ketika Sandy Handoko mengalami masalah kesehatan.

Setelah Sandy meninggal dunia pada Oktober 2000, Herman kemudian menjadi drummer Jamrud dan secara resmi menjadi bagian dari formasi band tersebut.

Salah satu album yang paling identik dengan periode tersebut adalah Ningrat, album studio keempat Jamrud yang dirilis pada 2000. Album ini melahirkan sejumlah lagu populer seperti “Ningrat”, “Surti-Tejo”, “Kabari Aku”, “Asal British” dan “Pelangi di Matamu”.

Album Ningrat juga mencatat penjualan sekitar dua juta kopi di Indonesia menurut sejumlah sumber, sekaligus menjadi salah satu pencapaian komersial terbesar dalam perjalanan Jamrud.

Setelah era Ningrat, Herman juga terlibat dalam album-album Jamrud berikutnya, termasuk Sydney 090102 (2002), BO 18+ (2004), dan All Access In Love (2006). Ia kemudian mengundurkan diri dari Jamrud pada 2008.

Ngejamrock Jadi Ruang Silaturahmi Jamers

Ngejamrock 4 sendiri tidak hanya dirancang sebagai pertunjukan musik. Gelaran ini menjadi ruang silaturahmi bagi para penggemar Jamrud dari berbagai wilayah.

Format acara yang menghadirkan band-band tribute Jamrud dari sejumlah kota membuat para Jamers dapat kembali menikmati lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik mereka.

Menurut Harry Wibisono, agenda silaturahmi tersebut digelar secara kolektif oleh para Jamers maupun dukungan dari para donatur juga terbuka untuk mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.

Semangat kolektif inilah yang menjadi salah satu bagian penting dari Ngejamrock. Para penggemar tidak hanya datang untuk menikmati musik, tetapi juga bertemu dengan sesama Jamers dari berbagai daerah.

Dengan rencana kehadiran Herman Husin, Ngejamrock 4 berpotensi menghadirkan nostalgia tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perjalanan Jamrud sejak era Ningrat hingga album-album berikutnya.

Bagi para pecinta Jamrud, 8 November 2026 menjadi tanggal yang patut dicatat. Selain menyaksikan aksi berbagai band tribute Jamrud, para Jamers juga berkesempatan menikmati momen kebersamaan bersama salah satu musisi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang Jamrud.

Jadi, sudah menyiapkan daftar lagu Jamrud favorit untuk dinyanyikan bersama?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *