The Freshcut Rilis Single Terbaru “Serakah”, Potret Gelap Manusia yang Kehilangan Moral

0
IMG-20260221-WA0018

Unitymagz.com — Jakarta, Band ska/reggae/rock steady asal Jakarta, The Freshcut, kembali melepas single terbaru berjudul Serakah. Lagu ini menjadi potret gelap tentang manusia yang kehilangan moral ketika ambisi, nafsu, dan kuasa mengalahkan nurani.

 

Mengusung energi keras dan lirik yang lugas, Serakah tampil sebagai bentuk kemarahan sekaligus kritik sosial. The Freshcut menyoroti fenomena “iblis menyerupai manusia” mereka yang menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi, menyikut kanan-kiri, dan menabrak siapa pun yang menghalangi. Dalam realitas yang kian brutal, empati dan etika perlahan terkikis, dinormalisasi oleh strategi licik dan siasat gelap.

 

“Lagu ini kami tulis sebagai bentuk kemarahan dan kritik. Tentang orang-orang yang rela merampas hak orang lain, tak peduli surga atau neraka, selama nafsu dunianya terpenuhi,” ungkap The Freshcut.

Bagian refrain yang berulang dan menghantam “Serakah… cepat makan kot*oranmu sendiri” menjadi simbol karma atas keserakahan yang pada akhirnya menghancurkan diri sendiri. Pesan itu ditegaskan kembali lewat bait kedua yang menggambarkan kegilaan kolektif: intrik dan manipulasi yang dianggap wajar demi tujuan sempit.

 

Secara musikal, Serakah menegaskan identitas The Freshcut yang agresif dan penuh energi. Beat dinamis, bass solid, sentuhan keyboard hangat, serta vokal ekspresif diramu dalam aransemen tanpa basa-basi sebuah alarm keras bagi siapa pun yang merasa dunia bisa ditaklukkan tanpa konsekuensi.

 

Terbentuk pada November 2019 di Jakarta, The Freshcut dikenal dengan energi panggung yang kuat dan interaksi hidup bersama penonton. Perpaduan ska yang upbeat, reggae yang santai namun dalam, dan rock steady yang soulful menjadi ciri yang membedakan mereka. Enam personel dengan latar beragam menyatukan groove khas Jamaika dengan sentuhan modern yang segar.

 

Melalui Serakah, The Freshcut menegaskan sikap: musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium perlawanan, refleksi, dan kritik terhadap realitas sosial. Single ini  tersedia di berbagai platform musik digital dan  siap menjadi soundtrack bagi mereka yang muak dengan wajah manis keserakahan. (Sky)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *