Jalan Terjal Persikad di Championship 2025/2026, Lima Besar Jadi Kunci

0
Format baru Championship, Persikad kejar 5 besar

Format baru Championship, Persikad kejar 5 besar

Kompetisi Championship 2025/2026 memasuki fase krusial. Format baru yang diterapkan musim ini membuat setiap laga sisa bernilai sangat mahal. Bagi Persikad Depok, targetnya jelas: finis di lima besar demi keuntungan besar pada putaran ketiga.

Championship, yang sebelumnya dikenal sebagai Liga 2, tidak lagi memberi ruang bagi tim untuk bermain aman. Putaran ketiga akan langsung menentukan arah promosi dan degradasi. Posisi akhir di putaran kedua menjadi penentu mutlak.

Pelatih Persikad Depok, Achmad Zulkifli, menegaskan timnya harus memaksimalkan dua laga tersisa. Status sebagai peringkat keenam klasemen sementara Grup 1 membuat Serigala Margonda berada di zona rawan. Satu kesalahan bisa berakibat fatal.

Format baru ini mengubah peta persaingan. Tidak hanya kualitas tim, faktor kandang-tandang kini berpengaruh besar terhadap peluang lolos.

Format Putaran Ketiga Jadi Penentu Nasib

Championship 2025/2026 akan memasuki putaran ketiga sebagai fase penentuan. Setiap tim tidak lagi bertemu dua kali, melainkan hanya satu kali sesuai format baru yang ditetapkan operator kompetisi.

Lima tim teratas klasemen setelah putaran kedua akan mendapat keuntungan signifikan. Mereka dijadwalkan bermain lima kali kandang dan hanya empat kali tandang. Sebaliknya, tim peringkat enam hingga sepuluh harus menerima jadwal lebih berat dengan lima laga tandang.

Situasi inilah yang membuat perburuan lima besar menjadi sangat krusial. Bermain lebih banyak di kandang memberi peluang besar meraih poin maksimal, terutama di kompetisi seketat Championship.

Achmad Zulkifli mengakui pihaknya belum menerima detail lengkap jadwal putaran ketiga. Namun ia menegaskan prioritas utama Persikad saat ini adalah posisi klasemen.

“Jadwal dan format (putaran ketiga) kami belum tahu seperti apa, cuma (peringkat) satu sampai lima ada lima kali kandang, enam sampai 10 ada empat kali kandang,” ucap Achmad Zulkifli.

“Kami belum tahu lawannya seperti apa. Kalau head to head juga agak repot itu. Kami serahkan ke LIB (I.League, operator kompetisi) bagaiamana formatnya.”

“Tapi intinya kami ingin mengejar bagamaina kami ada di lima besar supaya kami bisa main kandang lebih banyak, lima kali kandang,” ia menjelaskan.

Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus Persikad bukan sekadar lolos, melainkan mencari keuntungan strategis sejak awal putaran ketiga.

Hasil Terakhir Jadi Alarm Konsistensi

Persikad saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara Grup 1 Championship 2025/2026 usai pekan ke-16. Posisi ini membuat mereka hanya terpaut tipis dari lima besar, tetapi juga rawan disalip pesaing.

Pada laga terakhir, Persikad harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 saat menjamu pemuncak klasemen Garudayaksa FC, Sabtu (17/1/2026). Hasil ini memperpanjang catatan kurang stabil tim.

Sebelumnya, Persikad juga menelan kekalahan setelah sempat mencatat dua kemenangan beruntun. Pola inkonsistensi inilah yang menjadi pekerjaan rumah utama bagi Achmad Zulkifli.

Menurut sang pelatih, komposisi skuad yang masih dalam tahap penyesuaian menjadi salah satu faktor utama.

“Skuad kami sebelumnya berisikan para pemain muda, makanya saya mendatangkan pemain-pemain senior yang mudah-mudahan bisa mengangkat tim,” ucap Achmad Zulkifli.

“Tapi memang belum adaptasi dengan baik, mudah-mudahan di pertandingan berikutnya sudah lebih baik dan bisa mengangkat para pemain muda. Sehingga kami bisa lebih konsisten,” ia memaparkan.

Kehadiran pemain senior diharapkan mampu memberi stabilitas, terutama dalam laga-laga krusial yang menuntut ketenangan dan pengalaman.

Dua Laga Penentu Menuju Februari

Persikad masih memiliki dua pertandingan penting di sisa putaran kedua Championship 2025/2026. Kedua laga ini akan sangat menentukan posisi akhir mereka di klasemen.

Serigala Margonda dijadwalkan menjamu FC Bekasi City, sebelum bertandang menghadapi Persekat Tegal pada 23 dan 29 Januari 2026. Enam poin dari dua laga tersebut bisa menjadi tiket emas menuju lima besar.

Putaran ketiga sendiri akan dimulai pada Februari 2026, bertepatan dengan penutupan bursa transfer paruh musim. Hingga kini, jadwal resmi dan pembagian pertandingan belum dirilis oleh I.League.

Dengan format baru yang lebih kejam, Persikad tidak lagi punya ruang untuk terpeleset. Setiap poin akan berdampak langsung pada peluang promosi.

Championship musim ini bukan sekadar adu kualitas, tetapi juga soal strategi, konsistensi, dan kemampuan memanfaatkan momentum. Bagi Persikad, dua laga ke depan adalah penentu masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *